Label 2

Test Footer 2

Template Information

Bagikan

More on this category »

Label 4

Rabu, 14 Agustus 2013

PM Irak Bertekad Balas Serangan Al Qaida


INFUSBERITA - Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki hari Rabu (14/8) berjanji memburu para militan yang bertanggung jawab atas serangan-serangan bom mematikan pada akhir pekan yang diklaim oleh Al Qaida.

Puluhan orang tewas dalam serangan-serangan bom pada liburan Idul Fitri di sejumlah daerah yang berpenduduk mayoritas Syiah, yang semakin memperburuk gelombang kekerasan yang telah berlangsung di Irak selama sedikitnya lima tahun.

Kelompok Al Qaida di Irak dan Suriah mengatakan, pemboman itu dilakukan sebagai pembalasan atas operasi penumpasan oleh pasukan keamanan Irak. "Operasi yang telah kami mulai--memburu geng-geng teroris dan mereka yang mendukungnya--akan terus berlanjut," kata Maliki dalam pernyataan singkat yang disiarkan televisi pemerintah.

"Kami tidak akan berhenti sampai kami melindungi rakyat kami dari segala cara yang digunakan untuk pembunuhan, kejahatan dan terorisme," tambahnya.

Irak meluncurkan operasi keamanan "Pembalasan Syuhada" setelah pembobolan massal penjara bulan lalu yang juga diklaim oleh Al Qaida.

Maliki mengatakan, pasukan keamanan telah menangkap lebih dari 800
tersangka yang diburu dan menyita sejumlah besar senjata dan peledak sejak operasi itu dimulai bulan lalu.

Serangan-serangan di Irak meningkat tahun ini, khususnya sejak operasi keamanan 23 April di sebuah lokasi protes Arab Sunni anti-pemerintah yang menyulut bentrokan-bentrokan yang menewaskan puluhan orang.

Kekerasan akhir pekan itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya.

Lebih dari 800 orang tewas dalam serangan-serangan selama Ramadan, yang dimulai pekan kedua Juli dan berakhir pekan lalu dan telah menjadi salah satu bulan paling mematikan di Irak.

Berdasarkan data yang dihimpun PBB dan pemerintah Irak, Juli merupakan bulan paling mematikan dalam lima tahun dengan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang.(metrotv)
Share this article now on :

Label 5

Label 11